Kamis, 18 Desember 2008

Tong Kumeok Memeh Dipacok


Mantan pemain dan pelatih Persib Bandung, Risnandar Soendoro berharap, Maman Abdurahman dan kawan-kawan tidak gentar menghadapi permainan keras yang pasti akan diperagakan para pemain PSDS Deli Serdang pada leg kedua babak "48 Besar" Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2008-2009 di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Kamis (18/12) ini. Karena menurutnya, secara teknis, para pemain Persib unggul dibandingkan pemain PSDS.

"Dari sisi teknis, saya tidak ragu, pemain Persib unggul segalanya. Hanya saja, pada saat menghadapi PSDS, apalagi di kandangnya sendiri, keunggulan teknis itu harus disertai nyali yang besar untuk meredam permainan keras mereka. Tong kumeok memeh dipacok," kata Risnandar di Sekretariat Persib, Jln. Gurame Bandung, Rabu (17/12).

Dikatakan Risnandar, selain nyali besar, strategi lain yang bisa diperagakan para pemain Persib untuk meredam permainan keras tim berjuluk "Traktor Kuning" itu adalah dengan bermain taktis. Permainan taktis yang dimaksud Risnandar adalah bermain dengan passing-support. Menurutnya, dengan bola yang terus mengalir dari satu pemain ke pemain lainnya dan antarlini, para pemain PSDS tidak akan memiliki kesempatan untuk melakukan pressing secara individu. "Dengan begitu, benturan-benturan yang sengaja akan dibuat pemain PSDS pun bisa dihindarkan," katanya.

Matikan Ansyari

Selain bermain taktis, Risnandar pun menyarankan agar pelatih Jaya Hartono menugaskan seorang gelandang petarung untuk mematikan peran sentral Ansyari Lubis. Menurut Risnandar, mantan pemain tim nasional itu wajib dimatikan karena dapur permainan PSDS ada di kakinya.

"Saya kira, Hariono merupakan orang yang paling pantas ditugasi mematikan Ansyari. Ikuti ke mana pun dia pergi. Tugas di lini tengah Persib, berikan saja kepada Atep dan (Lorenzo) Cabanas. Kalau Ansyari bisa dilumpuhkan, saya yakin permainan PSDS tidak akan banyak berkembang," ujarnya.

0 komentar:

Caution : Wajib diklik

Followers

Caution : Wajib diklik