Benar, dalam 6 kunjungan terakhir ke Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Persib Bandung memang selalu kalah. Tapi, kalau ada yang menyebut Persib tak pernah menang atas PSDS Deli Serdang di kandangnya, itu salah. Sebab, pada Liga Indonesia (LI) III/1996-1997, tim asuhan Nandar Iskandar menang dengan skor 2-0.

"Betul, kita pernah menang 2-0 di sana (Lubuk Pakam, red). Tapi, saya lupa siapa pencetak dua gol Persib ketika itu," kata Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, yang ketika itu sebagai kapten tim Persib. "Malahan di era Perserikatan, kita lebih sering menang lagi," tambah Robby. Robby benar. Sejak PSDS promosi ke Divisi Utama Kompetisi Perserikatan 1987/ 1988, tim berjuluk "Traktor Kuning" itu tak pernah menang dari Persib, sekalipun bermain di kandangnya .

Pada pertemuan pertamanya di Lubuk Pakam pada Kompetisi Perserikatan 1987/ 1988, Persib menundukkan PSDS 2-0 lewat gol Adjat Sudrajat pada menit 37 dan 65.

Musim berikutnya, Kompetisi Perserikatan 1989/ 1990, Persib bermain imbang 1-1 dengan PSDS. Tapi, skor imbang itu menjadi awal kebangkitan Persib, setelah dicaci maki bobotoh karena tidak pernah menang dalam tiga laga sebelumnya, termasuk ketika dipermalukan Persita Tangerang 0-1 di Stadion Siliwangi dan PS Bengkulu 1-2 di Bengkulu yang memaksa mereka "takut" pulang ke Bandung.

Sejak hasil imbang itu, dalam 10 laga berikutnya, Persib tak pernah kalah hingga membawa pulang Piala Presiden dengan Persebaya Surabaya 2-0 di final.

Kemenangan Persib atas PSDS di Lubuk Pakam kembali terulang pada Kompetisi Perserikatan 1991/1992. Kali ini, gol tunggal Djadjang Nurdjaman pada menit 25 (di penghujung kariernya sebagai pemain, musim berikutnya sudah menjadi Asisten Pelatih Indra Thohir), membawa Persib menang 1-0. Persib berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkannya dari PSDS di Lubuk Pakam, setelah bermain imbang 0-0 pada edisi pamungkas Kompetisi Perserikatan musim 1993/1994.

Hingga musim ketiga Liga Indonesia (LI), Persib masih mampu melanjutkan tradisi tak pernah kalah dari PSDS di Lubuk Pakam. Namun setelah itu, entah kenapa, Persib selalu menjadi bulan-bulanan PSDS, termasuk kekalahan memalukan 1-4 pada LI IX/2003 dan LI XII/2006.

0 komentar:

Caution : Wajib diklik

Followers

Caution : Wajib diklik