
Dengan penetapan tiga pendiri PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), menjadikan Persib Bandung kini sebagai perusahaan swasta. Dengan demikian, salah satu konsekuensinya PT PBB harus mandiri menghidupi perusahaan dan tidak lagi bergantung dana bantuan dari Pemkot Bandung.
"Mau tidak mau, PT harus go public untuk mencari dana sendiri karena sudah lepas dari Pemkot Bandung. Salah satu caranya adalah PT harus terbuka dan melempar saham ke masyarakat," ujar Dada Rosada kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum Bandung, Kamis (11/12).
"Kalau bobotoh Persib yang aktif sebanyak 60 ribu dan masing-masing membeli saham Rp 1 juta, maka akan terkumpul uang sebesar Rp 60 miliar. Peran aktif dari bobotoh dan masyarakat pencinta Persib seperti ini, tentunya akan meringankan beban PT PBB dalam mencari dana untuk Persib Bandung," tuturnya.
Dengan melempar saham kepada masyarakat, tidak menutup kemungkinan ada orang dari luar Bandung dan Jawa Barat yang menguasai saham PT PBB. "Kondisi seperti itu bisa saya terjadi. Tapi yang harus digarisbawahi asal jangan sampai dijual," tegasnya.
Jumat, 12 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar