Pada masa pemilihan umum (pemilu) yang dimulai April mendatang, muncul kekhawatiran Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 akan kembali terhenti. Berdasarkan pengalaman dan kejadian yang sudah-sudah, meski PSSI dan Badan Liga Indonesia (BLI) tetap menjadwalkan kompetisi tetap bergulir, biasanya pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian.

Untuk menghindari terjadinya penundaan kembali jadwal pertandingan di tengah jalan saat masa kampanye pemilu, Manajer Persib, H. Jaja Soetardja menyarankan agar PSSI dan BLI melakukan langkah-langkah antisipatif, salah satunya melakukan koordinasi dan pendekatan dengan pihak keamanan di tingkat pusat.

"Saya yakin, tidak akan ada hal-hal yang tidak diinginkan pada saat masa kampanye nanti, sekalipun pertandingan sepak bola digelar dan disaksikan penonton. Meski demikian, untuk meyakinkan semua itu, BLI dan PSSI sebaiknya melakukan pendekatan dengan pihak keamanan di tingkat pusat, misalnya dengan Kapolri," kata Jaja kepada wartawan di sela-sela menyaksikan sesi latihan sore di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (6/1).

Seperti pernah diungkapkan Jaja sebelumnya, penundaan jadwal pertandingan oleh BLI akan berdampak langsung terhadap pembengkakan pembiayaan klub, tak terkecuali Persib. Karena itu, Jaja berharap, pada masa kampanye dan pemilu, LSI bisa tetap berjalan sesuai jadwal, sehingga tidak molor lagi.

Dikatakan Jaja, dengan adanya koordinasi, apalagi sampai instruksi langsung dari pimpinan tertinggi kepolisian di tingkat pusat itu, aparat kepolisian di tiap daerah penyelenggara LSI bisa tetap berbagi "kekuatan" untuk mengamankan jalannya pertandingan dan pemilu.

Saat ini, kompetisi sudah tertunda sekitar satu bulan lantaran kepentingan tim nasional, yang juga banyak digugat klub peserta LSI yang mulai kembang kempis pendanaannya.

0 komentar:

Caution : Wajib diklik

Followers

Caution : Wajib diklik