Akibat belum ada kepastian jadwal putaran II Kompetisi Liga Super 2008-2009, maka Badan Pengelola (BP) Si Jalak Harupat baru mengizinkan jadwal pertandingan Persib Bandung saat bertarung pada leg pertama babak "24 Besar" Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2008-2009, melawan tim Divisi I, Persires Rengat pada 14 Januari mendatang.

"Selebihnya izin memang belum dikeluarkan. Ini dikarenakan belum ada draf jadwal resmi yang dilayangkan panpel Persib untuk putaran II Liga Super ke badan pengelola. Tidak hanya Persib, demikian juga dengan jadwal Pelita Jaya yang belum masuk ke kami," jelas Ketua Harian BP Si Jalak Harupat, M. Ruslani, Jumat (2/1).

Sebelum ada perubahan dari Badan Liga Indonesia (BLI), untuk putaran II ini, BP sebenarnya baru mengizinkan dua pertandingan di ajang Liga Super, saat menjamu Persiba Balikpapan (3/1) dan Pupuk Kaltim Bontang (10/1).

Karena jadwal diubah akibat ada agenda timnas Indonesia dalam persiapan Pra-Piala Asia, maka jadwal pertandingan Persib di Si Jalak Harupat untuk putaran II pun berubah.

Untuk agenda Januari ini, penggunaan Stadion Si Jalak Harupat tidak terlalu padat. Selain Persib menjamu Persires, satu pekan kemudian Stadion Si Jalak Harupat akan digunakan "pemiliknya" Persikab Kab. Bandung untuk menghadapi Persijap Jepara dalam leg kedua babak "24 Besar" Copa Indonesia, 20 Januari.

"Mulai Senin (5/1) pun, stadion tidak akan digunakan. Karena, Persikab akan menjalani latihan selama satu pekan ke depan di kawasan Lembang. Kekosongan tidak adanya agenda latihan, tentu akan kita manfaatkan untuk pemeliharaan," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan rencana pengalihan manajemen BP ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kab. Bandung, akan berdampak pada penyewaan beberapa tim yang menggunakan Si Jalak Harupat.

"Kalau nanti sudah resmi penyerahan ke Dispopar, tentu segala sesuatunya akan dikelola manajemen baru. Untuk nota kesepahaman memang baru Pelita Jaya yang mengontrak selama satu musim. Sementara selebihnya termasuk Persib hanya temporer. Untuk masalah itu, kita tunggu saja kebijakan manajemen baru nanti," sambungnya.

0 komentar:

Caution : Wajib diklik

Followers

Caution : Wajib diklik