
BANDUNG, TRIBUN-Perilaku positif yang ditunjukkan bobotoh pascaturunnya sanksi dari Badan Liga Indonesia (BLI) merupakan kredit poin tersendiri. Untuk itu selayaknya BLI memberikan apresiasi kepada bobotoh dengan mencabut sanksi pelarangan menggunakan atribut Persib selama setahun. Demikian ditegaskan Psikolog Tim Persib Drs Hedi Wahyudi MPsi.
Menurut Hedi, apa yang ditunjukkan bobotoh selama ini harus dihargai sebagai upaya perbaikan diri. Dengan diberi apresiasi maka perilaku positif dari bobotoh tidak menjadi sia- sia. Hedi meyakini bobotoh sudah semakin dewasa dalam memberikan dukungannya pada tim kesayangannya.
"Atribut itu kan identitas seseorang atau kelompok. Atribut ini ini penting untuk meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan pada hal yang dicintainya," tutur Hedi, Kamis (1/1).
Di mata Hedi, kepatuhan bobotoh untuk memenuhi sanksi BLI merupakan satu pengorbanan tersendiri. "Bisa dibayangkan sebelumnya bobotoh begitu bangga mengenakan atribut kebesarannya tapi tiba-tiba atribut itu tidak boleh dipakai. Dan bobotoh menurutinya, ini kan satu pengorbanan besar," tandasnya.
Ketua Umum Viking Heru Joko menegaskan, pihaknya sudah ngebet ingin memakai atribut Persib saat menyaksikan tim pujaannya. Heru mengatakan, menonton aksi Eka Ramdani dkk tanpa mengenakan atribut Persib ibarat sayur tanpa garam.
"Atribut Persib memberikan kebanggaan dan menjadi amunisi ampuh untuk menyemangati tim Persib. Kami berharap BLI segera mencabut sanksi pelarangan menggunakan atribut bagi bobotoh," tandas Heru.
Menurutnya, perilaku positif yang ditunjukkan bobotoh pascapenjatuhan sanksi dari BLI harus menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi BLI. Heru berharap, BLI segera mengevaluasi sanksi itu dengan mencabut pelarangan memakai atribut bagi bobotoh.
"Bobotoh sudah menunjukkan perilaku terpuji dalam memberikan dukungan pada tim Persib. Jadi demi rasa keadilan, sebaiknya sanksi pelarangan menggunakan atribut itu segera dicabut," tegasnya.
Jumat, 02 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar