Sukses Persib menyingkirkan PSDS Deliserdang dari ajang Copa Indonesia memberikan catatan tersendiri bagi Maman Abdurahman. Pasalnya di dua pertandingan melawan tim berjuluk “Traktor Kuning” tersebut Maman tampil dengan ban kapten melingkar di tangannnya.

Maman menjadi pilihan utama Jaya Hartono untuk menjadi kapten tim Maung Bandung, menyusul absennya Eka Ramdani dan Suwita Patha yang kembali duduk sebagai cadangan. “Saya bangga dipercaya jadi kapten tim Persib,” kata Maman setelah dia dan rekan-rekannya menundukkan PSDS 2-1 di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam, Kamis (19/12).

Sebelumnya pada pertandingan pertama Copa Indonesia di Stadion Jalak Harupat, Maman juga tampil di lapangan dengan ban kapten di tangannya. Tentang peran barunya di tim Maung Bandung, menurut Maman, menuntut dirinya untuk lebih tampil sempurna sepanjang pertandingan.

“Selain harus bisa memimpin teman-teman di lapangan, sebagai kapten tim saya juga harus bisa meredam emosi,” tutur pemain yang tampil nyentrik dengan memelihara janggut dan memakai anting ini.

Namun Maman mengaku, ketika dia ditunjuk jadi kapten, dirinya merasa belum merasa pas jadi komandan tim Maung Bandung di lapangan. Alasannya kata Maman, di Persib ada banyak pemain yang lebih pantas menjadi kapten tim.

“Eka dan Suwita misalnya, keduanya lebih pantas jadi kapten tim Persib. Eka dan Suwita kan termasuk ikon Persib. Tapi bagaimanapun ketika saya dipercaya jadi kapten tim, saya akan melaksanakannya sebaik mungkin,” papar pemain yang diboyong Persib dari PSIS Semarang.

Kepada Tribun Maman mengaku, menjadi kapten tim bukan yang pertama baginya. Ketika berseragam PSIS, selama dua musim komptisi Maman abadi dengan perannya sebagai kapten tim. “Ketika di timnas pun saya pernah diberi kepercayaan jadi kapten tim,” ucap defender ini sambil memastikan, dia sangat enjoy dengan perannya peran barunya di Persib.

“Saya juga merasa konsentrasi saya pada permainan tidak terganggu oleh peran kapten tim. Apalagi saya main di lini belakang, jadi saya leluasa memperhatikan teman-teman bermain,” urai Maman sambil kembali menandaskan rasa bangganya menjadi pemain Persib.

Ditunjuk jadi kapten tim juga makin memicu ambisi Maman untuk bisa memberikan prestasi tertinggi kepada Persib. “Saya ingin merasakan gelar juara bersama Persib,” tandas Maman yang hanya merasakan gelar runner up dan juara tiga Liga Indonesia bersama PSIS.

0 komentar:

Caution : Wajib diklik

Followers

Caution : Wajib diklik