
Sosoknya gagah dan selalu tampil kelimis. Kesetiaannya kepada Persib boleh diadu dengan bobotoh mana pun. Demi Persib, sosok yang satu ini bahkan tidak ngeper walaupun harus melintas di jalanan Ibu Kota. Sosok yang satu ini seakan tidak takut dicegat Jakmania yang berseteru dengan bobotoh. Demi Persib, risiko apa pun selalu dihadapi sosok yang satu ini.
Ingin tahu siapa sosok yang akan saya ceritakan? Tentu sosok yang satu ini sudah sangat akrab dengan siapa pun yang mengaku bobotoh Persib. Karena sosok ini adalah bus tim Maung Bandung yang memang tidak terpisahkan dari tim Persib.
Ya, bus Maung Bandung adalah kawan paling setia tim Persib. Ketika Persib belum menempati mes dan memiliki lapangan sendiri di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, bus Maung Bandung selalu setia mengantar Eka Ramdani dkk ke tempat berlatih yang tempatnya lumayan jauh. Dulu dari Wisma Puscadnas, bus yang seluruh tubuhnya dicat biru, warna kebanggaan tim Maung Bandung, itu biasa mengantar pasukan Persib ke Stadion Siliwangi, ke lapangan UPI, ke Stadion Si Jalak Harupat, atau ke tempat lain yang biasa dijadikan arena berlatih atau bertanding oleh Persib.
“Yang paling menegangkan adalah ketika harus mengantar Persib ke Bandara Soekarno-Hatta. Bagaimanapun, kita tahu bobotoh dan Jakmania bermusuhan. Saya takut tiba-tiba bus dicegat Jakmania. Bukan kami takut dipukuli, tapi takut bus Persib dirusak mereka (Jakmania, Red) yang melampiaskan kemarahan,” tutur Wawan Gunawan kepada Tribun.
Kang Wawan adalah orang yang selama ini dipercaya menjadi sopir dan memelihara bus Maung Bandung. Kita misalnya tidak tahu, berapa kali bus Maung Bandung harus ganti oli. Sudah berapa kali bus bergambar Maung ini ganti ban. Atau berapa kali bus ini pernah mogok. Atau mungkin pula bus ini pernah kena tilang. Semua ini tentu bisa ditanyakan kepada Kang Wawan sang “pawang” bus Maung Bandung.
Dipercaya sebagai sopir dan memelihara bus Maung Bandung diakui Wawan sangat membanggakan. Dan Kang Wawan berjanji akan melakoni tugasnya dengan sepenuh hati. Namun diam-diam Wawan punya kegelisahan tersendiri. Dan kegelisahan Kang Wawan ini berkaitan dengan bus Maung Bandung peliharaannya.
“Hingga detik ini, bus Maung Bandung belum punya kandang. Padahal kandang (baca: garasi) sangat penting. Bagaimanapun, bus ini perlu dirawat. Selama ini kan bus ini bisa dikatakan kapanasan dan kahujanan,” tutur Wawan dengan nada serius.
Di mata Wawan, bus Maung Bandung termasuk aset Persib yang perlu dirawat dengan baik. Bus Maung Bandung, di mata Wawan, tidak beda dengan mes atau lapangan Persib yang tidak boleh alpa dirawat. “Bus ini kan harganya mahal. Bus ini adalah aset yang mendukung kelancaran dan kesuksesan tim Persib. Jadi sekali lagi saya berharap bisa segera disediakan garasi untuk bus Maung Bandung. Sederhana juga cukup, yang penting bus tidak kahujanan dan kapanasan lagi,” urai Wawan sambil menyebutkan, idealnya “kandang” bus Maung Bandung ada di lokasi Stadion Persib.
“Karena pentingnya perawatan bus Maung Bandung ini, saya berharap manajemen klub bisa memperhatikan masalah ini,” tambah Wawan. Apa yang dilontarkan Kang Wawan ini pantas ditanggapi. (daf)
Pernah Mogok di Depan Balkot
WALAUPUN tampak gagah dan selalu tampil kelimis, bus Maung Bandung tidak beda dengan mobil lain. Dalam arti, bus Maung Bandung bukan kendaraan seperti Knight Rider, mobil sakti yang biasa ditunggangi David Hasselhorf. Asal tahu saja, bus Maung Bandung pernah mogok di tengah perjalanan ketika akan mengantarkan tim Persib ke lapangan UPI.
Yang menarik, bus Maung Bandung ini mogok tidak jauh dari Balai Kota Bandung yang jadi kantor H Dada Rosada, Ketua Umum Persib. Kenyataan ini membuat kelimpungan ofisial Persib. Pasalnya, apa pun alasannya tim Persib harus tetap bisa menjalani latihan seperti biasa.
Ingin tahu jalan keluarnya? Semua pemain Persib akhirnya diangkut dengan kendaraan angkutan umum (angkot) ke lapangan UPI di kawasan Setiabudi. Busnya sendiri harus dirawat di tempatnya mogok. Kejadian menarik ini terjadi ketika Persib masih menjalani kompetisi Liga Indonesia.
Mengarak Maung Bandung
KEHADIRAN bus Maung Bandung di tim Persib ternyata melahirkan kebiasaan baru bagi bobotoh. Kebiasaan anyar bobotoh itu adalah menyambut kedatangan bus di pintu tol. Biasanya bobotoh yang jumlahnya bisa ratusan dan mengendarai kendaraan roda dua itu sabar menunggu di pintu tol untuk menyambut tim Persib Bandung yang telah melakoni pertandingan tandang.
Acara penyambutan tim Persib ini tidak hanya berhenti di pintu tol karena biasanya bobotoh terus mengarak bus yang membawa Salim Alaydrus dkk. Bisa dipastikan acaranya makin heboh bila Persib pulang dari kandang lawan berbekal kemenangan.
Alhasil konvoi bobotoh yang mengawal bus Maung Bandung pun jadi pemandangan yang biasa ditemukan di jalanan Kota Bandung. Bila ingin tahu kapan konvoi seperti itu bisa disaksikan, paling tidak kita harus tahu jadwal kepulangan tim Persib dari kandang lawan. Dan satu lagi, Persib harus pulang berbekal kemenangan. Bisa dipastikan bobotoh tanpa dikomando akan melakukan konvoi untuk menyambut pahlawan mereka.
Menyaksikan bus Maung Bandung yang gagah di kawal ratusan bobotoh yang bebekal atribut Persib dengan warna dominan biru sungguh sebuah pemandangan yang langka. Langka karena tidak semua klub sepakbola di tanah air seperti Persib, yang begitu dicintai bobotohnya.
Rabu, 24 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar