Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Jabar, Iwan D. Hanafi ditunjuk sebagai Presiden Komisaris (Preskom) Perseroan Terbatas Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).
Sedangkan posisi Direktur Utama (Dirut) dipercayakan kepada mantan Ketua Bidang Persib Non-Amatir, Ir. H. Chandra Solehan. Chandra akan dibantu seorang direktur lainnya, yaitu Edi Djukardi, mantan Sekretaris Eksekutif Persib.
"Ada empat nama orang yang ditunjuk dalam personalia PT PBB. Selain saya sebagai preskom, ada satu nama lainnya yang saya lupa nama lengkapnya. Tanya saja ke Pak Edi Djukardi. Sedangkan dirutnya Pak Chandra Solehan yang dibantu seorang direktur lainnya, Pak Edi Djukardi," kata Iwan ketika dihubungi "GM", Senin (15/12).
Dikatakan Iwan, yang merupakan satu dari tiga pendiri PT PBB selain H. Uce K. Suganda dan H. Yoyo S. Adiredja, susunan personalia itu masih bersifat sementara. "Itu hanya sementara. Nantinya akan dilengkapi dan disempurnakan lagi," katanya.
Ketika satu nama lengkap komisaris lainnya ditanyakan kepada Edi Djukardi, seperti permintaan Iwan, yang bersangkutan menolak menyebutkannya.
Sementara itu, ketika dimintai tanggapannya soal penunjukannya sebagai Dirut PT PBB, Chandra belum mau berkomentar dengan alasan masih berkonsentrasi menghadapi pertandingan tim nasional Indonesia melawan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (16/12). Saat ini, mantan Manajer Persib pada Liga Indonesia (LI) XI/2005 ini menjadi Asisten Timnas Indonesia di Piala AFF 2008.
Mencari modal
Sebelumnya, Mandataris Persib, H. Dada Rosada membenarkan, personalia PT PBB sudah ditunjuk untuk menempati posisi komisaris dan direksi. Kepada wartawan Dada menyebutkan sejumlah nama yang disebutkan Iwan.
Dada menegaskan, tugas jangka pendek jajaran Komisaris dan Fireksi PT PBB adalah mencari modal bagi Persib. Dikatakannya, modal itu diperlukan agar Persib tetap dapat berlaga di Liga Super Indonesia (LSI) 2009 mendatang. "Ya mencari modal minimal Rp 25 miliar - Rp 26 miliar untuk keperluan satu musim," katanya.
Ditanya tentang perusahaan yang menyanggupi mendanai Persib, Dada mengatakan, saat ini memang belum ada yang secara tegas menyanggupinya. Tetapi sejumlah perusahaan di Jakarta telah diincar untuk mendanai Persib.
"Teman-temannya Pak Iwan (Preskom, red) di Jakarta telah dikontak untuk ditawari menjadi sponsor Persib. Tetapi direksi harus bisa mempertahankan agar Persib tetap berada di Bandung," kata Dada.
Selasa, 16 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar