Kontribusi pemain asing yang jasanya mulai dipakai Persib Bandung pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, terutama dalam hal mencetak gol, hingga berakhirnya putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 ini masih terlihat dominan.
Dari 29 gol yang diciptakan para pemain Persib pada putaran pertama LSI 2008-2009 ini, 21 di antaranya disumbangkan pemain asing.
Jika dipersentasekan, total gol yang sudah dicetak pemain asing Persib pada putaran pertama LSI 2008-2009 ini berada di angka 72,41%. Sedangkan kontribusi gol dari pemain lokal hanya 8 gol atau 27,59%. Dibandingkan musim lalu, yang berada di angka 62,79% (27 dari 43 gol), kontribusi gol pemain asing ini semakin dominan.
Menurut mantan pemain Persib, Giantoro Soendoro, masih minimnya kontribusi gol para pemain lokal ini bukan lantaran persoalan kualitas, melainkan kesempatan bermain. "Secara kualitas sebenarnya tidak jauh berbeda. Tapi, bagaimana mau mencetak gol, kalau kesempatan bermain pemain lokal sangat minim. Dalam setiap pertandingan, dari 5 pemain asing Persib, 4 di antaranya hampir selalu jadi starter," ujar Giantoro di Sekretariat Persib, Jln. Gurame Bandung, Kamis (20/11).
Ditambahkan Giantoro, pemain asing Persib lebih banyak menyumbangkan gol karena posisi mereka sangat sentral, seperti striker dan gelandang serang. "Bahkan, dalam beberapa pertandingan, Persib selalu menurunkan duet striker asing. Sedangkan para striker lokal, Zaenal Arief dan Airlangga, lebih banyak duduk di bangku cadangan," katanya.
Tidak mengherankan kalau hingga putaran pertama LSI 2008-2009 ini, Rafael Alves Bastos (8 gol), Hilton Moriera (6), dan Lorenzo Cabanas yang selama ini menjadi sentral permainan Persib menjadi penyumbang gol terbanyak. Dua pemain asing Persib lainnya, Fabio Lopes Alcantara dan Nyeck Nyobe Georges Clement masing-masing sudah mencetak satu gol.
Meski jarang dimainkan, kontribusi gol dua striker lokal Persib, Airlangga dan Zaenal Arief sebenanrnya masih lumayan bisa diandalkan. Sejauh ini, Angga, sapaan akrab Airlangga dan Abo, sapaan Zaenal Arief, masing-masing sudah mengoleksi dua gol.
"Kalau saya diberi kesempatan bermain, saya pasti akan selalu berusaha memberikan yang terbaik, termasuk dalam hal mencetak gol," kata Angga, dalam sebuah kesempatan.
93 berbanding 113
Berdasarkan catatan "GM", dominasi pemain asing dalam hal kontribusi gol yang angkanya cukup mencolok, terjadi pada LI X/2004 (31 berbanding 7) dan LI XIII/2007 (27:16). Sedangkan pada LI IX/2003, LI XI/2005, dan LI XII/2006, pemain lokal bisa mengungguli kontribusi gol pemain asing. (lihat tabel).
Khusus untuk LI IX/2003 dan LI XII/2006, buruknya kontribusi gol pemain asing dinilai akibat kegagalan dalam perekrutan pemain asing. Namun, Secara keseluruhan, sejak keran pemain asing dibuka pada LI IX/2003, jumlah gol yang sudah disumbangkan pemain asing masih lebih banyak dibandingkan pemain lokal. Pemain asing 113, pemain lokal 93.
Jumat, 21 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar